AI untuk tim hukum dan kepatuhan perusahaan
Tim hukum perusahaan punya dua pekerjaan harian: menelaah dokumen dan menjaga kepatuhan. Dua-duanya menuntut pembacaan banyak teks, pencarian yang berulang, dan ketelitian yang tinggi.
STRATRONIX STA-100 adalah perangkat AI on-premise yang menjalankan model bahasa besar di jaringan internal perusahaan. Dokumen kontrak, kebijakan, dan laporan kepatuhan diproses tanpa dikirim ke server luar negeri, sehingga jejak audit tetap milik perusahaan.
Harga resmi $399 per unit, garansi perangkat keras 2 tahun, tanpa biaya langganan bulanan, dan mendukung Bahasa Indonesia.
Tugas yang paling banyak memakan waktu
Telaah kontrak adalah pekerjaan yang paling sering diulang. Setiap pesanan pembelian yang masuk atau kerja sama baru harus dibaca, lalu dicek apakah memenuhi syarat minimum perusahaan. AI dapat membantu menyusun ringkasan klausul utama dan menandai bagian yang berbeda dari templat standar.
Tugas kedua adalah pencarian bukti kepatuhan. Saat auditor atau regulator meminta bukti, tim biasanya menyisir folder secara manual. Pencarian semantik di atas arsip internal membuat dokumen relevan ditemukan lebih cepat.
Tugas ketiga adalah penyusunan dokumen dengan format baku, seperti daftar periksa, surat teguran, dan memorandum internal. AI menyiapkan draf pertama, lalu manusia menyunting dan menegakkan format perusahaan.
- Ringkasan klausul kontrak dan penandaan deviasi dari standar
- Pencarian bukti kepatuhan di arsip internal
- Draf memo, surat, dan daftar periksa dengan format baku
- Ringkasan perubahan kebijakan antar versi
- Pembuatan matriks riset kepatuhan
Mengapa data hukum diproses di dalam perusahaan
Dokumen hukum memuat informasi yang paling sensitif: harga, syarat, dan posisi tawar perusahaan. Data yang keluar ke penyedia pihak ketiga berarti ada pihak lain yang memegang salinan di luar kendali tim hukum.
UU PDP Nomor 27 Tahun 2022 mengharuskan pemrosesan data pribadi di wilayah Indonesia, dengan denda hingga Rp 50 miliar dan sanksi pidana sampai tujuh tahun. Untuk perusahaan yang bertransaksi di luar negeri, GDPR Uni Eropa juga menambah kewajiban dokumentasi transfer data.
- Susun daftar dokumen yang boleh diproses dan batas aksesnya.
- Pasang unit di jaringan internal tanpa akses internet.
- Uji dengan berkas lama yang sudah dianonimasikan.
- Sepakati alur review manusia untuk setiap keluaran yang keluar.
- Catat versi model dan instruksi yang dipakai untuk audit internal.
Hitungan biaya untuk tim hukum dan kepatuhan
Untuk tim 100 pengguna aktif selama tiga tahun, layanan cloud umumnya berbiaya sekitar Rp 150 juta per bulan atau Rp 5,4 miliar. Sepuluh unit STA-100 berbiaya $3,990, setara sekitar Rp 64 juta, tanpa tagihan berikutnya.
Selisihnya sekitar Rp 5,3 miliar, dan biaya tidak bertambah ketika jumlah pengguna bertambah. Ini membuat prediksi anggaran lebih mudah untuk direksi.
Batas tanggung jawab yang tidak berubah
AI tidak memberi nasihat hukum dan tidak memindahkan tanggung jawab profesional. Setiap keluaran model tetap harus ditinjau dan ditandatangani oleh orang yang berwenang, dan pemakaiannya dicatat dalam berkas.
Aturan mengenai konflik kepentingan, kerahasiaan, dan standar kompetensi tetap berlaku seperti sebelumnya. Yang berubah hanyalah alat bantu yang dipakai untuk membaca dokumen lebih cepat.
Di tim hukum, AI paling berguna saat mata yang panjang membaca dimulai, bukan saat keputusan akhir diambil.
Perbandingan penggunaan AI pada tim hukum dan kepatuhan
| Aspek | Layanan hosted | STRATRONIX STA-100 on-premise |
|---|---|---|
| Dokumen keluar dari perusahaan | Ya | Tidak |
| Jejak audit internal | Bergantung penyedia | Dimiliki perusahaan |
| Berjalan tanpa internet | Tidak | Ya |
| Bahasa Indonesia | Umumnya terbatas | Sahabat-AI, SEA-Lion, dan model umum |
| Biaya 3 tahun, 100 pengguna | ± Rp 5,4 miliar | ± Rp 64 juta |
| Biaya bulanan | ± Rp 150 juta | Rp 0 |
| Garansi | Sesuai kontrak penyedia | 2 tahun perangkat keras |
Pertanyaan yang sering diajukan
Bisa, sebagai alat bantu. AI dapat merangkum klausul utama, menandai bagian yang menyimpang dari templat standar, dan mencari klausul yang pernah muncul dalam kontrak lain. Namun analisis hukum, penilaian risiko, dan keputusan menerima atau menolak kontrak tetap menjadi tanggung jawab orang yang berwenang, dengan catatan pemeriksaan manusia pada setiap hasil.
On-premise membantu karena pemrosesan terjadi di dalam jaringan perusahaan, sehingga tidak ada transfer data ke negara ketiga dan jejak audit dapat dikelola sendiri. Setelah itu, perusahaan tetap harus mencatat dasar pemrosesan, tujuan penggunaan, masa simpan, dan siapa yang berwenang mengakses. UU PDP Nomor 27 Tahun 2022, dengan denda hingga Rp 50 miliar dan sanksi pidana tujuh tahun bagi pelanggaran.
Satu unit umumnya cukup untuk sepuluh pengguna aktif pada beban kerja administrasi dan telaah dokumen. Tim kepatuhan dan hukum yang berukuran 20 orang biasanya membutuhkan dua unit, dan penambahan dilakukan bertahap sesuai jumlah dokumen yang diproses. Harga resmi $399 per unit atau $3,990 untuk paket sepuluh unit.
Data diproses dan disimpan di penyimpanan internal yang Anda kendalikan, bukan di penyedia pihak ketiga. Arsip dokumen dan model tetap berada di bawah manajemen perusahaan, sehingga kebijakan retensi, pencadangan, dan penghapusan dapat dijalankan mengikuti aturan internal maupun UU PDP. Semua hak pengelolaan data tetap milik perusahaan, termasuk saat ada permintaan penghapusan dari pihak yang berhak.
Baca juga
Coba STA-100 di tim Anda
Perangkat AI on-premise: Bahasa Indonesia, jalan lokal tanpa cloud, garansi 2 tahun, harga resmi $399 per unit.
Email sales@stratronix.ai Lihat harga Hubungi kami