GDPR dan AI dari China: yang perlu diperhatikan tim Indonesia
Banyak tim di Indonesia memakai model AI yang dikembangkan di China, misalnya Qwen, DeepSeek, atau ChatGLM. Model seperti ini berguna dan banyak yang bisa dijalankan sendiri. Namun satu pertanyaan harus dijawab lebih dulu: ke mana data perusahaan dikirim saat model dipakai.
Kalau model dipakai lewat layanan awan di luar negeri, data bisa menyeberang ke jaringan penyedia di Asia, termasuk ke server di Shenzhen. GDPR Uni Eropa melarang transfer data pribadi ke negara ketiga tanpa dasar hukum dan perlindungan yang memadai.
STRATRONIX STA-100 memungkinkan Anda menjalankan model-model ini di perangkat milik perusahaan sendiri, sehingga data tidak pernah menyeberang ke luar jaringan internal.
Dua hal yang terpisah: asal model dan lokasi data
Model bahasa besar tidak berasal dari satu negara. Bobot model bisa diunduh dan dijalankan di server mana pun di dunia. Yang menentukan dampaknya bagi GDPR adalah di mana inferensi dijalankan dan ke mana data dikirim.
Karena itu perusahaan bisa memakai model asal China tanpa masalah GDPR, asalkan model itu dijalankan di server sendiri di dalam wilayah Uni Eropa. Yang menjadi masalah adalah layanan hosted yang menyimpan percakapan, catatan, dan dokumen pengguna di pusat data di luar Uni Eropa.
- Model diunduh dan dijalankan sendiri di server internal: tidak ada transfer data
- Model dipakai lewat layanan awan di Uni Eropa: transfer tetap terkendali
- Model dipakai lewat layanan awan di Asia: perlu dasar hukum transfer
- Setiap kali data keluar wilayah, kewajiban dokumentasi bertambah
Apa yang aturan UU PDP berarti bagi tim Indonesia
UU PDP Nomor 27 Tahun 2022 mewajibkan pemrosesan data pribadi di wilayah Indonesia untuk data yang berada di dalam negeri. Aturan ini tidak melarang pemindahan data ke luar negeri sepenuhnya, tetapi tetap menuntut dasar pemrosesan yang jelas dan terdokumentasi.
Penegakannya cukup serius: denda hingga Rp 50 miliar dan kemungkinan sanksi pidana sampai tujuh tahun bagi pihak melanggar. Bagi tim legal dan kepatuhan, ini alasan kuat untuk menjadikan pemrosesan lokal sebagai pilihan bawaan, bukan pengecualian.
- Catat dasar pemrosesan untuk setiap kategori data pribadi yang dipakai AI.
- Tentukan lokasi penyimpanan dan lokasi pemrosesan model.
- Periksa daftar penyedia pihak ketiga yang punya akses ke data.
- Siapkan mekanisme hak subjek data: akses, koreksi, dan penghapusan.
- Dokumentasikan keputusan dan tinjau minimal setiap tahun.
Model asal China yang bisa dijalankan lokal
Perangkat STRATRONIX mendukung beberapa model bahasa besar umum yang dapat dijalankan sepenuhnya di perangkat, termasuk Qwen2.5-72B, DeepSeek-V3, ChatGLM4, ERNIE, Llama, dan MiniMax. Model-model ini banyak dipakai di Asia dan bobotnya bisa diunduh.
Selain itu tersedia model Bahasa Indonesia seperti Sahabat-AI dan SEA-Lion, sehingga tim lokal tetap dapat bekerja dalam bahasa sehari-hari. Model berjalan tanpa koneksi internet, sehingga tidak ada jalur data keluar.
Pertanyaan yang biasanya diajukan auditor
Auditor sering menanyakan tiga hal: data apa yang diproses, di mana diproses, serta siapa yang punya akses. Pendekatan on-premise menjawab ketiganya dengan satu kalimat: diproses di perangkat milik perusahaan, di jaringan internal, dan hanya orang berwenang yang punya akses jaringan.
Hal yang tetap perlu disiapkan adalah kebijakan internal: siapa yang boleh menjalankan model, dokumen apa yang boleh dimasukkan, dan bagaimana hasilnya diperiksa. Kebijakannya tetap milik perusahaan.
Perusahaan tidak perlu memilih antara model terbaik dan kepatuhan data, hanya tempat model itu dijalankan.
Perbandingan cara pemakaian model AI dan dampaknya ke transfer data
| Cara pemakaian | Lokasi data | Transfer ke luar negeri |
|---|---|---|
| Model di server internal (on-premise) | Jaringan internal perusahaan | Tidak terjadi |
| Model di hosting Uni Eropa | Pusat data EEA | Tidak terjadi |
| Model di hosting Asia | Pusat data di luar Uni Eropa | Terjadi, perlu dasar hukum |
| Model di hosting Amerika | Pusat data di luar Uni Eropa | Terjadi, perlu dasar hukum |
| Biaya 3 tahun on-premise, 100 pengguna | — | ± Rp 64 juta, tanpa biaya bulanan |
Pertanyaan yang sering diajukan
Tidak. Yang diatur adalah transfer data pribadi, bukan asal model. Model yang bobotnya diunduh dan dijalankan sendiri di server Uni Eropa tidak menyebabkan data menyeberang ke negara ketiga. Yang bermasalah adalah layanan awan yang menyimpan percakapan dan dokumen pengguna di pusat data di luar wilayah Uni Eropa tanpa dasar hukum transfer yang memadai.
GDPR berlaku bagi perusahaan yang melayani orang di Uni Eropa, dan banyak perusahaan Indonesia punya pelanggan atau mitra di sana. Selain itu UU PDP Nomor 27 Tahun 2022 mengharuskan pemrosesan data pribadi di wilayah Indonesia untuk data yang berada di dalam negeri, dengan denda hingga Rp 50 miliar dan sanksi pidana sampai tujuh tahun bagi pelanggaran.
Perangkat mendukung model bahasa besar umum seperti Qwen2.5-72B, DeepSeek-V3, ChatGLM4, ERNIE, Llama, dan MiniMax, serta model Bahasa Indonesia seperti Sahabat-AI dan SEA-Lion. Semuanya berjalan di perangkat, sehingga dokumen dan percakapan tidak dikirim ke server eksternal dan perangkat tetap berfungsi tanpa internet.
Harga resmi $399 per unit dan $3,990 untuk paket sepuluh unit, sekitar Rp 64 juta dengan kurs indikatif Rp 16.000 per dolar dan konfirmasi saat pemesanan. Garansi perangkat keras 2 tahun tanpa biaya langganan bulanan. Bandingkan dengan layanan cloud yang untuk 100 pengguna aktif bisa mencapai sekitar Rp 5,4 miliar dalam tiga tahun.
Baca juga
- Peta kepatuhan AI
- Kepatuhan UU PDP
- Perbandingan on-premise dan cloud
- Harga lengkap STA-100
- Hubungi tim penjualan
Coba STA-100 di tim Anda
Perangkat AI on-premise: Bahasa Indonesia, jalan lokal tanpa cloud, garansi 2 tahun, harga resmi $399 per unit.
Email sales@stratronix.ai Lihat harga Hubungi kami