Kedaulatan data: AI yang datanya tetap di tangan Anda
Kedaulatan data berarti Anda memegang kendali atas data perusahaan: di mana disimpan, siapa yang boleh membaca, dan apakah bisa dipindahkan ke pihak lain tanpa izin. Untuk perusahaan di Indonesia, isu ini menjadi lebih tajam setelah UU PDP 2022 dan Stranas AI 2025-2045.
Artinya AI pun ikut berubah. Kalau model bahasa besar berjalan di server vendor luar negeri, kendali itu ikut berpindah. Kalau modelnya berjalan di perangkat milik perusahaan, kendali itu tetap di tangan Anda.
Kenapa kedaulatan data menjadi topik utama
UU PDP 2022 memberi hak bagi subjek data dan kewajiban bagi pengendali data pribadi. PP 71/2019 mengatur secara teknis penempatan sistem elektronik. Keduanya mendorong agar data tetap terkendali, bukan sekadar tersimpan di tempat yang jauh.
Ada sisi bisnis juga. Data pelanggan, data karyawan, dan data produk adalah aset perusahaan. Begitu kendali hilang, nilai aset itu ikut hilang, dan bermigrasi ke vendor baru menjadi mahal.
- UU PDP 2022 mengatur hak subjek data dan kewajiban pengendali
- Stranas AI 2025-2045 mendorong kemandirian AI nasional
- Organisasi di Asia Tenggara cenderung memilih AI sendiri
Hubungannya dengan Stranas AI 2025-2045
Stranas AI mengarahkan kebijakan nasional menuju AI yang mandiri. Dokumen ini mendorong pengembangan model bahasa besar di dalam negeri dan pemakaian AI pada layanan publik, industri, serta usaha kecil.
Hubungan praktisnya: menjalankan AI sendiri memungkinkan pemakaian model lokal seperti Sahabat-AI dan SEA-Lion. Model lokal dan perangkat lokal adalah dua hal yang saling melengkapi, dan keduanya sejalan dengan arah kebijakan tersebut.
Kedaulatan data bukan soal isolationisme. Ini soal supaya perusahaan tidak kehilangan kendali atas aset paling berharga miliknya.
Perusahaan Indonesia dan Asia Tenggara yang memilih AI sendiri
Ada pola yang berulang di banyak organisasi. Bank dan fintech menjaga data nasabah dengan ketat. Rumah sakit menyimpan rekam medis di server sendiri. Pabrikan tidak ingin data proses dan spesifikasi keluar jaringan.
Empat alasan yang paling sering disebut: kepatuhan, kerahasiaan komersial, biaya jangka panjang, dan ketersediaan layanan saat internet bermasalah atau sedang ada gangguan.
- Inventarisasi data yang paling sensitif bagi bisnis Anda.
- Tentukan risiko bila data itu keluar kendali.
- Bandingkan biaya tiga tahun antara cloud dan perangkat sendiri.
- Uji satu use case dengan satu unit di tim internal.
- Perluas bertahap sesuai kebutuhan tiap divisi.
Pilihan praktis: STRATRONIX STA-100
STA-100 adalah perangkat AI on-premise yang menjalankan model bahasa besar secara lokal. Mendukung model seperti Qwen2.5-72B, DeepSeek-V3, ChatGLM4, ERNIE, Llama, dan MiniMax, serta model Bahasa Indonesia seperti Sahabat-AI dan SEA-Lion.
Harga resmi $399 tiap unit dan $3,990 untuk paket sepuluh unit, sekitar Rp 64 juta dengan kurs indikatif Rp 16.000 tiap dolar yang dikonfirmasi saat pemesanan. Garansi perangkat keras 2 tahun, pemasangan 8 sampai 10 menit tiap unit, dan tidak ada biaya langganan bulanan.
Kedaulatan data dan biaya: cloud versus perangkat sendiri
| Aspek | Layanan cloud | STRATRONIX STA-100 |
|---|---|---|
| Kendali atas data | Berpindah ke vendor | Tetap di perusahaan |
| Transfer data antar negara | Ada | Tidak ada |
| Biaya 100 pengguna, 3 tahun | ± Rp 5,4 miliar | ± Rp 64 juta |
| Biaya bulanan | ± Rp 150 juta | Rp 0 |
| Model yang bisa diganti | Tergantung vendor | Milik tim sendiri |
| Berjalan tanpa internet | Tidak | Ya |
| Garansi | Tidak ada | 2 tahun perangkat keras |
Pertanyaan yang sering diajukan
Kedaulatan data berarti Anda tetap memegang kendali atas data perusahaan, termasuk menentukan siapa yang boleh membaca, di mana data disimpan, dan apakah data boleh dipindahkan ke pihak lain. Bagi perusahaan kecil, ini soal mengurangi ketergantungan pada satu vendor cloud dan soal kepatuhan UU PDP 2022 yang bisa dijelaskan kepada pelanggan serta bank.
Ya. Stranas AI mengarahkan kebijakan nasional menuju kemandirian AI dan mendorong pengembangan model bahasa besar di dalam negeri. Ketika model lokal seperti Sahabat-AI dan SEA-Lion dijalankan di perangkat milik perusahaan, arah kebijakan itu sekaligus jadi pilihan teknis yang masuk akal secara komersial.
Seratus pengguna dengan layanan cloud sekitar Rp 150 juta tiap bulan, atau Rp 5,4 miliar dalam tiga tahun. Sepuluh unit STA-100 berbiaya $3,990, sekitar Rp 64 juta, dibayar sekali. Selain itu biaya tidak naik ketika jumlah pengguna bertambah, karena menambah pengguna berarti menambah unit.
Ya. Inferensi model bahasa besar berjalan di dalam perangkat, sehingga dokumen, prompt, dan jawaban tidak dikirim ke server luar negeri. Anda memegang seluruh data, dan ini yang membuat konfigurasi tersebut lebih mudah dijelaskan kepada auditor, regulator, dan pelanggan korporat.
Baca juga
- Harga lengkap STA-100
- Perbandingan on-premise dan cloud
- AI lokal dari Shenzhen untuk Asia Tenggara
- Halaman produk AI Agent Appliance
- Hubungi tim penjualan
Coba STA-100 di tim Anda
Perangkat AI on-premise: Bahasa Indonesia, jalan lokal tanpa cloud, garansi 2 tahun, harga resmi $399 per unit.
Email sales@stratronix.ai Lihat harga Hubungi kami